ankara escort

Kepala Balitbangda Prov. Kaltim menghadiri Rapat Persiapan Peringatan HUT Prov. Kaltim Ke-62

Kepala Balitbangda Prov. Kaltim menghadiri Rapat Persiapan Peringatan HUT Prov. Kaltim Ke-62

SAMARINDA – Kepala Balitbangda Prov. Kaltim H. Eddy Kuswady SE, MM didampingi Kabid Sospem Ir. Noor Albarakati, MT dan Staf Kirdon Miswono mengikuti rapat persiapan Peringatan HUT Prov. Kaltim ke-62 hari ini di ruang rapat Tepian 1 lantai 2 kantor Gubernur Kaltim.

Rapat dipimpin oleh  Karo PPOD Setda Prov. Kaltim Drs. H. Ardiansyah, M.Si. Pada kegiatan tersebut, Kepala Balitbangda Prov.Kaltim dan Kabid Sospem menyampaikan bahwa untuk tahun 2019 ini akan diberikan 53 panji kepada Bupati/Walikota se-Kaltim dan 32 Tokoh Berjasa dan Berprestasi di Kaltim.

Diharapkan 34 Perangkat Daerah/Istutusi yang bertanggung jawab dapat menyerahkan hasil penilaian panji, paling lambat minggu ke 2 (dua) Desember 2018 begitu pula  untuk hasil penilaian Tokoh Berjasa dan Berprestasi kepada Gubernur Kaltim Cq Kepala Balitbangda Prov. Kaltim selaku koordinator seksi pemberian penghargaan di HUT Prov, Kaltim. Diharapkan dengan diberikanya Panji-panji kepada Bupati/Walikota dapat memacu kinerja pemerintah daerah se-Kaltim guna mendukung pembangunan di Kaltim. Begitu pula dengan diberikannya penghargaan kepada Tokoh Berjasa dan Berprestasi dapat menjadi motivasi generasi muda untuk meneladaninya dalam hal membangun Prov. Kaltim

HADI : OPD HARUS LAKSANAKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

HADI : OPD HARUS LAKSANAKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

SAMARINDA – Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim menilai masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim yang belum melakukan keterbukaan informasi publik, walaupun sudah memiliki website. Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi langsung meminta  laporan lengkap kepada KI Kaltim. OPD mana saja yang  masuk kategori kurang informatif dan tidak informatif.

Sedangkan bagi OPD yang sudah masuk kategori cukup informatif, menuju informatif dan informatif, Hadi minta bisa terus ditingkatkan. “Tetapi OPD yang masuk kategori 4 dan 5 yaitu kurang informatif dan tidak informatif harus mendapat perhatian serius. Hal itu penting  supaya OPD terkait dapat membangun iklim keterbukaan kepada masyarakat. Saya ingin semuanya lebih baik,” paparnya Hadi Mulyadi saat menghadiri sekaligus menyerahkan tropi dan piagam penghargaan Anugerah Badan Publik Website Award 2018 di Hotel Aston Samarinda, Jumat (16/11/2018).

Hadi menegaskan sekarang ini era digital tetapi masyarakat masih kesulitan mengakses informasi, tentu ini paradoks dalam kehidupan di jaman transparansi saat ini.

Seharusnya dengan era digital saat ini, lanjut Hadi mencari informasi seperti saat membuka google. Sangat mudah dan cepat memberikan informasi yang diminta. Tapi kenyataannya masih banyak OPD yang sudah memiliki website tetapi sulit diakses. Ke depan hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi, semuanya harus diperbaiki sehingga  lebih baik lagi.

“Saya berharap tahun depan seluruh OPD di lingkup Pemprov Kaltim masuk kategori OPD yang memenuhi syarat memiliki keterbukaan informasi. Dan ini menjadi pelajaran bagi kita untuk semakin baik, karena masyarakat harus mendapatkan informasi yang mudah, transparan, jelas, lugas dan terpercaya,” tegasnya.

Hadi Mulyadi juga mengharapkan kepada dinas/badan dan biro yang berhasil meraih penghargaan  Anugerah Badan Publik Website Award 2018 bisa menjadi cambuk dan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi dan berprestasi,  khususnya untuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Dengan keterbukaan informasi publik, kita harapkan masyarakat dapat mengakses begitu mudah apa saja yang mereka butuhkan, sehingga transparansi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyakat lebih baik lagi,” kata Hadi.

Sementara Ketua Komisi Informasi Kaltim Muhammad Khaidir mengatakan pelaksanaan Anugerah Badan Publik Website Award 2018, merupakan yang pertama kali digelar. Dari data yang dihimpun ada 1.370 badan publik.

Setelah dinilai mengerucut menjadi 210 badan publik yang mempunyai website. Dari jumlah itulah  diberikan penghargaan dengan kategori instansi vertikal, BUMN, OPD,  DPRD, partai politik, BUMD/Perusda,  perguruan tinggi, KPU dan Bawaslu Daerah, yayasan, ormas serta LSM.

“Penilaian yang kita lakukan dalam Anugerah Badan Publik Website Award 2018, lebih fokus kepada website yang ada pada badan publik. Dengan penganugerahan ini, kita dorong untuk melaksanakan  keterbukaan informasi publik,” kata Khaidir. (mar/sul/ri/humasprov Kaltim)

Minim Peneliti, Hasil Riset di Bidang Kesehatan Rendah

Minim Peneliti, Hasil Riset di Bidang Kesehatan Rendah

JAKARTA – Hasil riset inovasi pada bidang kesehatan dan obat-obatan masih minim. Hal tersebut terjadi karena Indonesia masih kekurangan peneliti pada bidang tersebut, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menuturkan, pada tahun depan, riset bidang kesehatan dan obat-obatan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Tujuan itu sesuai dengan rencana jangka panjang rencana induk riset nasional (RIRN) hingga 2045.

Ia menuturkan, kesenjangan antara penelitian dan pemanfaatan hasil riset untuk masyarakat masih lebar. Banyak hasil riset yang sulit diproduksi massal oleh pihak industri.

Menurut dia, penelitian bidang kesehatan dan obat-obatan Indonesia masih yang terendah dibandingkan negara anggota ASEAN.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, dan ekonomi berbasis penelitian dan inovasi tidak dapat dihindari lagi. Penelitian bidang kesehatan dan obat-obatan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat dari berbagai kalangan,” ujar Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 7 November 2018.

Ia menegaskan, para peneliti Indonesia harus berusaha untuk terus menciptakan inovasi yang mendukung pembangunan nasional secara keseluruhan. Sebuah penelitian harus diarahkan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat merespons cepat kebutuhan masyarakat.

“Salah satunya pada bidang kesehatan dan obat-obatan. Bidang ini masuk dalam 10 bidang prioritas RIRN. Program Novartis Young Innovators Camp (NYIC) seperti ini sesuai dengan RIRN. Untuk meningkatkan dan meningkatkan keterampilan inovasi talenta muda,” katanya.

Ia berharap, perusahaan farmasi terkemuka di dunia, seperti Novartis menghadirkan sebuah program manajemen pengembangan untuk melahirkan generasi muda yang kompeten dalam memajukan sistem kesehatan Indonesia.

Presiden Direktur Novartis Indonesia Jorge Wagner mengatakan, kesehatan merupakan faktor terpenting dalam kemajuan sebuah bangsa. Ia berjanji, Novartis Indonesia akan mengembangkan industri kesehatan yang mengacu pada RIRN.

“Kami sangat senang melihat para talenta muda ini begitu bersemangat mengikuti acara kami, dan diharapkan menghasilkan solusi inovatif dan aplikatif demi kemajuan sistem kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Jorge.

Sebagai bentuk apresiasi, lima orang terpilih dari program tersebut akan bergabung bersama Novartis Indonesia untuk terjun langsung di bidang kesehatan dan mewujudkan inovasinya. Jorge berharap, ke depannya tidak hanya lima orang yang dapat mengembangkan idenya di bidang kesehatan.

“Namun juga kandidat lain yang telah dibekali ilmu dari berbagai pakar selama mengikuti NYIC, serta dapat terus berinovasi dan mengembangkan ide kewiraswastaan melalui caranya masing- masing,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

SINKRONISASI PROGRAM KERJA, RAKORDA KELITBANGAN SE-KALTIM DIGELAR DI BALIKPAPAN

SINKRONISASI PROGRAM KERJA, RAKORDA KELITBANGAN SE-KALTIM DIGELAR DI BALIKPAPAN

BALIKPAPAN menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Kelitbangan se-Kaltim yang berlangsung di Ball-room Hotel Menara Bahtera, Kamis (8/11). Rakorda tersebut dibuka denga resmi Gubernur Kaltim yang diwakili H. M. Yadi Robyan Noor, SE, MTP selaku staf ahli gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuanga Daerah. Menusung tema Penguatan Peran dan Fungsi Balitbangda dalam Mendukung Kalimantan Timur yang Berdaulat.

Kepala Balitbangda Kaltim H. Edy Kuswady, SE, MM menjelaskan, rakorda dilaksanakan guna memperkuat peran dan fungsi kelembagaan Balitbangda. Yaitu dengan mewujudkan optimalisasi hasil serta sinkronisasi program bidang Kelitbangan pada masing-masing Kabupaten/Kota, dalam bidang riset serta inovasi lainnya, ungkap dia ditemui disela acara.

Untuk diketahui, dalam rakorda ini, beberapa narasumber dihadirkan. Diantaranya, Kepala Pusat Pembangunan dan Keuangan Daerah Badan Litbang Kemendagri RI. Serta, Drs. Horas Mauritz Panjaitan, M.Ec, Dev yang mengulas Penguatan Lembaga Balitbangda dalam Mendukung Kaltim yang Berdaulat (Perencanaan Program dan Anggaran, dan Jejaring Kerja). Selain itu ada Kepala PKP2A III LAN Samarinda DR. Mariman Darto, SE, MSi yang membahas tentang Penguatan Sumber Daya Litbang yang Mendukung Kaltim yang Berdaulat (SDM dan Sapras).

Sementara itu, Yadi Robyan Noor yang mewakili Gubernur Kaltim menyampaikan, Balitbangda mempunya peran dan fungsi yang strategis. Balitbangda secara fungsi kelembagaan dapat digunakan untuk mendukung rencana pembangunan yang berbasis pengetahuan. Sehingga dalam menjalankan urusan Kelitbangan, perlu dilaksanakan secara kerjasama dalam pembinaan dan pendanaan yang sesuai dengan tingkatan, Melalui Rakorda, pemerintah sangat berharap dapat meningkatkan eksistensi dan fungsi penelitian dan pengembangan khususnya di Kaltim, untuk mendukung Kaltim yang berdaulat dan memajukan masyarakat sesuai visi dan misi pemerintah daerah, tutupnya. (*/deo/dns/k8)

mersin escort | eskişehir escort | escort mersin | mersin escort
konya escort
porno izle seks hikaye