Strategi Pengembangan Usaha Mikro di Kota Samarinda

SAMARINDA – Peranan Usaha Mikro dalam perekonomian nasional pasca krisis ekonomi. Hasil Sensus Ekonomi 2016, Usaha Mikro Kecil (UMK) merupakan usaha yang paling banyak dikelola oleh masyarakat Samarinda (BPS Kota Samarinda, 2017) Kota Samarinda memiliki sebanyak 83.713 unit usaha. Dari angka tersebut sebanyak 96% merupakan Usaha Mikro Kecil. Hal ini didukung  dengan kebijakan Pemerintah yang menetapkan Kota Samarinda sebagai Kawasan Industri Jasa dan Perdagangan di Kalimantan Timur.

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Timur melalui kegiatan penelitian Strategi Pengembangan Usaha Mikro di Kota Samarinda ini melihat bahwa diperlukan adanya alternatif strategi bagi para pemangku kebijakan dalam mengembangkan sektor usaha mikro di Kota Samarinda guna mendukung program Pemerintah Kota Samarinda melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Penelitian ini dilakukan di 10 (sepuluh) kecamatan yang ada di Kota Samarinda yaitu Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Palaran, Kecamatan Sambutan, Kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Sungai Pinang pada bulan Maret 2018-Juli 2018 yang berfokus pada inventarisasi faktor-faktor internal dan eksternal yang terkait dengan kondisi usaha mikro di Kota Samarinda.

Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 100 (seratus) pelaku usaha mikro yang diambil dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Perumusan strategi dilakukan dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) berdasarkan evaluasi faktor internal dan eksternal yang telah diinventarisir. Strategi yang telah dirumuskan melalui analisis SWOT kemudian dianalisis kembali dengan menggunakan Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan urutan prioritas strategi yang dianggap paling baik untuk diimplementasikan.

Berdasarkan analisa di atas, maka diketahui beberapa strategi pengembangan usaha mikro yaitu prioritas pertama  dalam pengembangan usaha mikro di Kota Samarinda ialah melakukan promosi produk usaha mikro secara terencana dan berkelanjutan (nilai 6,10). Strategi prioritas kedua yaitu melakukan pemasaran produk usaha mikro melalui e-commerce lokal dan nasional (nilai 6,05). Mendirikan inkubator bisnis teknologi merupakan strategi yang menempati prioritas ketiga (nilai 6,01). Sementara itu, strategi mendorong pihak swasta untuk berperan aktif dalam pemberdayaan usaha mikro menempati urutan prioritas keempat (nilai 5,97). Prioritas strategi kelima yaitu melakukan penguatan regulasi daerah untuk pemanfaatan produk usaha mikro lokal dan perencanaan tata ruang sentra usaha mikro (nilai 5,91).(put/peneliti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here