ankara escort

petek temizleme adiosbet
porno izle Sex Hikayeleri porno türk porno
betticket
marsbahis
lidyabet marsbahis
SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN

SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN

SAMARINDA – Senin, 29 April 2019, bertempat di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Prov. Kaltim melaksanakan simulasi penanggulangan bencana kebakaran. Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan korban jiwa jika kita tidak melakukan upaya yang tepat dalam mencegah kebakaran. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Simulasi penanggulangan bencana kebakaran.

WAKIL GUBERNUR KALTIM MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA PERANGKAT DAERAH TERBAIK DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROV. KALTIM

WAKIL GUBERNUR KALTIM MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA PERANGKAT DAERAH TERBAIK DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROV. KALTIM

Balitbangda Menerima Penghargaan Peringkat 3 Kategori Perangkat Daerah Pelaksana Urusan Pemerintahan (Sumber : Balitbangda Prov. Kaltim, 25 April 2019)

SAMARINDA – Penyerahan Penghargaan Penilaian Perangkat Daerah Terbaik di Lingkungan Pemerintah Kalimantan Timur Tahun 2018 ini diberikan setiap setahun sekali dan diserahkan dalam rangkaian peringatan HUT ke – 62 Provinsi Kalimantan Timur.  Penilaian Perangkat Daerah Terbaik Tahun 2018 ini merupakan pelaksanaan yang kesembilan kalinya pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Kaltim Tahun 2019.

Tim penilaian terdiri dari 1) Balitbangda Prov. Kaltim, 2) Inspektorat Prov. Kaltim, 3) BPKAD Prov. Kaltim, 4) BKD Prov. Kaltim, 5) Biro Pemerintahan, Perbatasan dan OTDA Setda Prov. Kaltim, 6) Biro Organisasi Setda Prov. Kaltim, yang terlampir (SK Gubernur Kalimantan Timur nomor 061/K.48/2019, tanggal 28 Januari 2019 tentang  Pembentukan Tim Penilai Perangkat Daerah Terbaik di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018).

Adapun Indikator Penghargaan Perangkat Daerah terbaik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai berikut :

  1. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan bobot 20 %
  2. Perangkat Daerah Pelaksana Urusan Pemerintahan dengan bobot 10 %
  3. Pengelolaan Keuangan dengan bobot 10 %
  4. Pengelolaan Kepegawaian dengan bobot 10 %
  5. Perangkat Daerah Inovatif dengan bobot 30 %
  6. Pengelolaan Barang Milik Daerah dengan bobot 10%
  7. Penerapan Budaya Kerja dengan bobot 10 %
  8. Kategori Keseluruhan yang merupakan penjumlahan seluruh

balitbangda prov. kaltim

Setelah melalui rapat finalisasi pada tanggal 9 April 2019 pada Balitbangda Prov. Kaltim  diperoleh hasil sebagaimana termaktub di dalam Keputusan Gubernur Kaltim Nomor : 860/K.287/2019 Tanggal, 18 April 2019, tentang Penetapan Pemenang Lomba Penilaian Perangkat Daerah Terbaik di Lingkungan Pemerintah Kalimantan Timur Tahun 2018 dalam Rangka HUT ke-62 Prov. Kaltim Tahun 2019, sebagai berikut :

  1. Kategori Keseluruhan (Perangkat Daerah Terbaik) :
  • DR. Kanujoso Djatiwibowo Prov. Kaltim – Balikpapan
  • Atma Husada Mahakam Prov. Kaltim
  • Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov.  Kaltim
  • Dinas Perkebunan Prov. Kaltim
  • Badan Kepegawaian Daerah Prov. Kaltim
  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim
  1. Kategori Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) :
  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Kaltim
  • Badan Kepegawaian Daerah Prov. Kaltim
  • DR. Kanujoso Djatiwibowo Prov. Kaltim – Balikpapan
  • Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov. Kaltim
  • Sekretariat DPRD Prov. Kaltim
  1. Kategori Perangkat Daerah Pelaksana Urusan Pemerintahan :
  • Dinas Pariwisata Prov. Kaltim
  • Dinas Sosial Prov. Kaltim
  • Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Kaltim
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim
  • DR. Kanujoso Djatiwibowo Prov. Kaltim – Balikpapan
  • Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kaltim
  1. Kategori Pengelolaan Keuangan :
  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim
  • Inspektorat Prov. Kaltim
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Kaltim
  • Badan Kepegawaian Daerah Prov. Kaltim
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Kaltim
  • Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim
  1. Kategori Pengelolaan Kepegawaian :
  • DR. Kanujoso Djatiwibowo Prov. Kaltim – Balikpapan
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim
  • RSUD Abdul Wahab Sjachranie .Prov. Kaltim
  • Dinas Kehutanan Prov. Kaltim
  • Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kaltim
  • Dinas Perhubungan Prov. Kaltim

Wakil Gubernur menyerahkan Penghargaan Perangkat Daerah terbaik di lingkungan Pemprov. Kaltim. (Sumber : Balitbangda Prov. Kaltim, 25 April 2019)

  1. Kategori Perangkat Daerah Inovatif :
  • DR. Kanujoso Djatiwibowo Prov. Kaltim – Balikpapan
  • Atma Husada Mahakam Prov. Kaltim
  • Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kaltim
  • Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kaltim
  • Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Kaltim
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. Kaltim
  1. Kategori Pengelolaan Barang Milik Daerah :
  • Dinas Kehutanan Prov. Kaltim
  • Dinas Perkebunan Prov. Kaltim
  • Badan Pendapatan Daerah Prov. Kaltim
  • Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Prov. Kaltim
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. Kaltim
  • Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kaltim
  1. Kategori Budaya Kerja :
  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim
  • Atma Husada Mahakam Prov. Kaltim
  • Badan Pendapatan Daerah Prov. Kaltim
  • Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim
  • Dinas Pemuda dan Olah Raga Prov. Kaltim
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim

Penyerahan Penghargaan ini diberikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Hadi Mulyadi, S.Si.,M.Si pada tanggal 25 April 2019 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah (OTDA) Ke 23 tahun 2019.

KEMENTAN DORONG TARGET BEBAS RABIES INDONESIA 2030

KEMENTAN DORONG TARGET BEBAS RABIES INDONESIA 2030

BALIKPAPAN (IndependensI.com), Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus dan dapat menulari hewan dan manusia (dikenal sebagai zoonosis).  Rabies dapat ditularkan melalui gigitan hewan tertular atau paparan air liur yang mengandung virus pada luka. Anjing merupakan sumber utama penularan penyakit ini, diyakini lebih dari 95% kasus penularan disebabkan oleh hewan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan He

balitbangda prov. kaltim

wan, Kementerian Pertanian pada saat menjadi narasumber pada acara Rapat Koordinasi Pemberantasan Rabies se-Kalimantan di Balikpapan, Senin (22/4/2019). Pertemuan rutin ini dihadiri perwakilan dari sektor kesehatan dan kesehatan hewan provinsi se-Kalimantan dan juga pemerintah pusat.

“Rabies merupakan penyakit yang sangat mematikan dan tidak bisa diobati apabila tanda klinis sudah terlihat, tapi sebenarnya penyakit ini sangat mudah dicegah dengan cara vaksinasi, khususnya vaksinasi pada anjing” papar Syamsul.  “Saat ini Indonesia telah memiliki beberapa wilayah propinsi dan beberapa pulau yang telah dinyatakan bebas dari rabies, namun demikian masih ada wilayah-wilayah yang belum bebas seperti di wilayah Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Flores, dan baru-baru ini ada kejadian rabies di Pulau Sumbawa. Kejadian kasus ini sebenarnya bisa dicegah apabila kita fokus dalam program pegendalian dan pemberantasannya” tambahnya.

Lebih lanjut Syamsul menjelaskan bahwa strategi utama pengendalian dan pemberantasan rabies adalah dengan cara vaksinasi, dan hal ini harus didukung oleh kegiatan sosialisasi untuk peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan lalu lintas anjing sehingga kasus tidak menyebar, kontrol populasi anjing untuk mendapatkan populasi anjing yang terkendali, Tata Laksana Kasus Gigitan Terpadu (TAKGIT) untuk memastikan korban gigitan mendapatkan tindakan medis dan hewan penggigit dipastikan status kesehatannya.

“Untuk pengendalian dan pemberantasan rabies, Kementan telah menyiapkan lebih dari 1 juta dosis vaksin dengan pembiayaan lebih dari 32,74 Milyar rupiah untuk membantu pemerintah daerah dalam penyediaan dan operasional kegiatan vaksinasi. Kami menyadari dana ini masih belum memadai untuk seluruh wilayah Indonesia, sehingga kami coba fokuskan bantuan pendanaan ini untuk wilayah-wilayah prioritas. Kita akan bebaskan rabies di Indonesia secara bertahap melalui implementasi PrestasIndonesia 2030 atau Pembebasan Rabies Bertahap Seluruh Indonesia 2030” ungkap Syamsul.

Syamsul juga menjelaskan bahwa langkah pembebasan rabies secara bertahap ini telah sejalan dengan konsep Stepwise Approach for Rabies Elimination (SARE) dan Global Framework for the  Elimination of Human-Mediated Dog Rabies 2030 dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “PrestasIndonesia 2030 ini merupaka peta jalan pembebasan rabies Indonesia, dengan pendekatan pembebasan pulau per pulau dan per wilayah sesuai situasi penyakitnya. Pencapaian target ini tentu saja membutuhkan komitmen bersama, khususnya dukungan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program” tambahnya.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor yang hadir dan membuka acara menyampaikan apresiasinya atas penunjukan Balikpapan sebagai tuan rumah, dan berharap agar kegiatan Rapat Koordinasi Regional Rabies se-Kalimantan ini dijadikan ajang untuk berbagi informasi situasi rabies di wilayah masing-masing, serta program-program yang sudah dilaksanakan dan pembelajarannya, sehingga bisa menghasilkan rumusan untuk perbaikan program pengendalian dan pemberantasan rabies di Kalimantan.

“Pengendalian dan pemberantasan rabies di Pulau Kalimantan tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, programnya harus dibuat menyeluruh untuk satu pulau, namun demikian rumusan dan rencana tindak lanjut yang akan dibuat harus realistis sesuai kondisi wilayah masing-masing dan dapat kita laksanakan bersama-sama” harapnya.

Adapun Anung Sugihantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes menyampaikan bahwa target pemerintah pusat adalah nol kasus rabies pada manusia pada tahun 2030, hal tersebut dapat dicapai apabila semua pihak terkait dapat meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor melalui kerangka kerja One Health.

Senada dengan Syamsul, Anung juga menegaskan pentingnya pencegahan rabies baik pada hewan maupun pada manusia. Khusus pada manusia, Anung berpesan bahwa cara paling utama mencegah rabies adalah dengan cara menghindari gigitan, dan apabila tergigit maka korban harus mendapatkan tindakan medis. “Untuk korban gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan monyet, korban harus melakukan cuci luka gigitan dengan air mengalir dan menggunakan sabun selama minimal 15 menit, apabila petugas kesehatan menyarankan, korban harus bersedia untuk diberi vaksin anti rabies sampai jadwal vaksinasinya selesai” pungkas Anung.(Filemon Wasito)

ANUGERAH PENGHARGAAN K3 PROVINSI KALTIM TAHUN 2019 DAN SEMINAR K3 NASIONAL

ANUGERAH PENGHARGAAN K3 PROVINSI KALTIM TAHUN 2019 DAN SEMINAR K3 NASIONAL

SAMARINDA – Anugerah penghargaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) provinsi Kaltim dan seminar K3 Nasional tahun 2019 dilaksanakan di Ballroom hotel Senyiur Samarinda, Sabtu (20/4).

Tema wujudkan kemandirian masyarakat kaltim berbudaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Ada dua kategori penerima penghargaan dari pemerintah provinsi Kaltim Zero Accident dan pencegahan penanggulangan HIV/AIDS. 202 perusahaan mendapatkan penghargaan Zero Accident dan 51 perusahaan penerima penghargaan pencegahan penanggulangan HIV/AIDS Aids. (FB/DiskominfoKaltim)

ACARA TEST URINE  DI BALITBANGDA PROV. KALTIM, OLEH LAB. KES, BNN, BKD PROV. KALTIM

ACARA TEST URINE DI BALITBANGDA PROV. KALTIM, OLEH LAB. KES, BNN, BKD PROV. KALTIM

balitbangda prov. kaltim

SAMARINDA – Sebanyak 85 pegawai di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim telah mengikuti tes urine yang dilakukan secara mendadak oleh Pemprov Kaltim. Dalam hal ini Instansi Pelaksana adalah UPTD Labkes, Dinas Kesehatan Prov Kaltim, Badan Narkotika Nasional, dan Badan Kepegawaian Daerah Prov. Kaltim.

Kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Pemprov. Kaltim untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bersih dari pengaruh narkoba.

Sekaligus upaya pencegahan terhadap penggunaan narkoba di lingkungan kerja, terutama pegawai negeri sipil (PNS) yang merupakan contoh bagi masyarakat dan memiliki tanggungjawab untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat, mengacu pada Inpres No 6/2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019 dan Perda Provinsi Kaltim No 7/2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahan Narkotika.

deneme bonusu veren siteler

vip escort mersin

~

Adana Escort Bayan

~

Escort Eskişehir

~

Ankara Escort

~

Escort Kayseri

~

eskişehir escort

~

mersin escort

~

adana escort

~

escort eskişehir bayan

~ www.canlitvtr.net istanbul escort ankara escort ankara escort escort ataşehir maltepe escort kızlar kadıköy escort bayan gaziantep escort beylikdüzü escort bayan mariobet bixbet Ankara escort Antalya escort bakırköy escort avcılar escort ataköy escort avcılar escort esenyurt escort altyazılı porno izmir escort Pendik escort mersin escort Ankara escort seks hikayeleri erzincan escort nigde escort manisa escort mus escort kocaeli escort istanbul escort izmir escort pendik escort alsancak escort travesti porno izle izmir escort bedava mobil pornolar porno film izle sex izle ankara rus escort