Balitbangda Lakukan Kajian Pemetaan Food Estate Pendukung IKN di Kutai Barat
Balitbangda Lakukan Kajian Pemetaan Food Estate Pendukung IKN di Kutai Barat


Gabungan Peneliti dari Balitbangda Prov Kaltim (Puput W.B. dan Bramantyo A.N) dan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Donny Dhonanto dan Mustakim), yang langsung dipimpin Plt. Kepala Balitbangda Prov. Kaltim, Fitriansyah, sedang melakukan identifikasi dan pemetaan potensi lahan dan sumberdaya lainnya di daerah Rapak Oros, Kecamatan Linggang Bigung dan Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (18-19 Mei). Kegiatan Kajian Balitbangda Prov. Kaltim ini merupakan salah satu tahapan dalam kajian Food Estate dalam rangka mendukung Pembangunan IKN di Provinsi Kalimantan Timur.

Plt. Kepala Balitbangda Prov. Kalimantan Timur, Fitriansyah mengatakan, "Penggalian dan proses verifikasi data dan informasi diperlukan untuk proses analisis bagi para peneliti nantinya. Kami berharap hasil penelitian ini bisa memberikan rekomendasi yang optimal bagi para Pengambil Kebijakan dan stakeholders lainnya guna pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat Kaltim umumnya dan warga IKN khususnya".

Selain di kawasan Kutai Barat, kajian ini juga mengidentifikasi dan memetakan potensi lahan Food Estate di beberapa kawasan lainnya, seperti Kabupaten Paser, PPU, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Berau.

Adapun temuan sementara di Kab. Kubar, luasan lahan sawah eksisting berdasarkan data primer, pengukuran terestrial, dan analisis citra satelit menggunakan ArcGis diketahui bahwa di wilayah Rapak Oros terdapat luas sawah eksisting sebesar 150 Ha dari potensi yang ada sekitar 1000 Ha. Kemudian luasan lahan sawah eksisting di Kec. Bongan sekitar 682 Ha. Adapun luasan lahan sawah potensial di Kab. Kutai Barat diperkirakan sekitar 3200 Ha.

Dengan nilai luasan sebagaimana dijelaskan diatas, maka Kab. Kutai Barat memiliki potensi untuk pengembangan padi sawah ke depannya.


Posted in:

Artikel Terkait

Copyright © Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur 2016-2022