DISEMINASI HASIL PENELITIAN- KAJIAN EKONOMI PENDIRIAN THE BULUMINUNG SCIENCE TECHNO PARK (BSTP)
DISEMINASI HASIL PENELITIAN- KAJIAN EKONOMI PENDIRIAN THE BULUMINUNG SCIENCE TECHNO PARK (BSTP)


Samarinda- Balitbangda Prov. Kaltim menyelenggarakan Diseminasi Hasil Penelitian Kajian Ekonomi Pendirian The Buluminung Science Techno Park (Aspek Pasar Potensial dan Pemasaran Jasa Iradiasi Dalam Pembangunan Iradiator Gamma).

Kajian ini dilatarbelakangi adanya rencana pembangunan BSTP di Kabupaten PPU dan jenis teknologi Irradiator ditentukan dengan melihat potensi pasar, adanya pra-FS sisi teknis yang perlu ditindaklanjuti dengan studi ekonomi, dan tindak lanjut FGD bulan Oktober tahun 2020 lalu.

Kajian ini bertujuan untuk mengindentifikasi aspek pasar dan aspek pemasaran jasa iradiasi untuk pembangunan The Buluminung Science Techno Park (BSTP).

Bramantyo Adi Nugroho, SE, M.Ec.Dev selaku penyaji presentasi Kajian Ekonomi Pendirian BSTP ini menyampaikan berdasarkan aspek pasar, terdapat pasar potensial sebanyak 14.777 industri yang terdiri dari 14.641 industri makanan, 50 industri farmasi, dan 86 industri makanan besar sedang. Pasar tersedia dari pasar potensial tersebut yang sesuai dengan kriteria produk yang dapat dilakukan iradiasi adalah hanya sebanyak 319 industri. Sebanyak 313 industri hanya memiliki kapasitas produksi dibawah 10 ton/ tahun. Sisanya sebanyak 6 industri merupakan industri perikanan yang memiliki pangsa pasar domestik dan ekspor dengan kapasitas produksi lebih dari 1000 ton/ tahun.

Sedangkan berdasarkan aspek pemasaran, maka strategi pemasaran pada produsen jasa iradiasi mengacu pada bauran pemasaran produk jasa yaitu 7 P (product, price, promotion, place, people, physical, evidence, process) yaitu memberikan produk solutif, harga kompetitif, promosi offline dan online, kepada segmen pasar, tempat yang strategis, sumberdaya terlatih, serta pelayanan prima pada pra transaksi dan pasca transaksi.

Hari Nugroho, Kepala Bidang Kerjasama Ekonomi Pasifik Kemenko Perekonomian RI yang hadir melalui zoom meeting mengatakan bahwa Iradiasi merupakan salah satu cara untuk mendukung ekspor, untuk itu ia berharap adanya pembangunan irradiator baru karena saat ini hanya ada 2 tempat di Indonesia.

Turut hadir di acara ini perwakilan dari Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional, TGUP3 Kaltim,  Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. (RM)

Posted in:

Artikel Terkait

Copyright © Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur 2016-2022