FOCUS GROUP DISCUSSION KAJIAN EKSISTENSI DAN KEMANFAATAN 3 DANAU DI KALIMANTAN TIMUR
FOCUS GROUP DISCUSSION KAJIAN EKSISTENSI DAN KEMANFAATAN 3 DANAU DI KALIMANTAN TIMUR


Balikpapan- Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Eksistensi dan Kemanfaatan Tiga Danau di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat (Tinjauan strategis terhadap danau jempang, danau semayang dan danau melintang) di Hotel Grand Tjokro, Balikpapan (9/11/21).

Kepala Balitbangda Prov. Kaltim, Abdullah Sani, S.H., M.Hum. dalam sambutannya membuka acara FGD ini menjelaskan alasan pentingnya menjaga 3 danau agar tetap lestari karena merupakan air penyedia bahan baku air bersih dalam menyuplai terbentuknya Ibu Kota Negara (IKN). Keanekaragaman plasma nutfah di 3 danau terutama terutama Pesut Mahakam yang dilindungi dan dilestarikan menjadi daya tarik para wisatawan yang melihat dan berkunjung ke danau tersebut.

Dr. Mardiany, S.Hut.,M.Si, selaku Penyaji presentasi ini mengatakan Danau Kaskade Jempang, Semayang dan Melintang merupakan tipe perairan paparan banjir (floodplain).Kegiatan Kajian Eksistensi dan Kemanfaatan 3 Danau bertujuan untuk menggali potensi-potensi yang ada. Diantaranya adalah potensi wisata, perikanan, pertanian dan perkebunan. Beberapa potensi yang ada bisa dijadikan satu aktivitas konservasi atau penyelamatan lingkungan dan menaikan pendapatan penduduk lokal,gabungan potensi tersebut dapat dijadikan satu aktivitas yaitu ekowisata. Ekowisata mendukung upaya konservasi sejalan dengan tujuan dari penetapan 15 danau prioritas nasional yang sangat terkait dengan pengelolaan danau berkelanjutan. 

hadir di kegiatan ini perwakilan dari STIMIK Widya Samarinda, TGUP3 Kaltim, Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim, Bappeda Litbang Kutai Barat, perwakilan BUMD Kaltim, dan dua narasumber yakni Bapak Adi Buhari Muslim, SE dan Ir. M. Hidayanto, MP.

lebih lanjut narasumber memberikan penjelasan tentang pentingnya penyelamatan 3 danau, keseimbangan ekosistim, pemanfaatan dan monitoring danau yang harus tetap terus dijalankan/dijaga, zonasi kawasan penyanggah, pemanfaatan dan lain-lain. Pengelolaan danau harus bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota pada instansi terkait sedangkan kondisi saat ini pemerintah perlu melakukan inovasi seperti cinderamata, budaya dan lain-lain. (RM)

Posted in:

Artikel Terkait

Copyright © Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur 2016-2021