//

Survey Balitbangda Prov. Kaltim

Untuk meningkatkan pelayanan dalam segala bidang, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur memerlukan masukan dari masyarakat khususnya pengunjung website ini. Untuk itu kami mengadakan survey melalui media online ini guna meningkatkan Kinerja khususnya dalam pelayanan Informasi melalui website kami ini. Dibawah ini survey yang kami selenggarakan, kami harap partisipasi anda untuk dapat mengisi survey kami agar pelayanan kami dan website ini terus meningkat.

Banner

Statistik Pengunjung



Bank Data

Daerah Perlu Bermitra dengan Lembaga Penelitian

26 Mei 2015 | Administrator

SAMARINDA - Optimalisasi pengembangan potensi suatu daerah perlu terus dilakukan. Menuju proses tersebut, setiap daerah harus aktif menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga penelitian, terutama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai lembaga penelitian negara.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim, Prof Dwi Nugroho Hidayanto didampingi Kabid. SDA dan Teknologi, M Ramadhan usai membuka Sosialisasi Produk Jasa Teknologi dan Mekanisme Kerjasama Antar Instansi Pemerintah di aula pertemuan Balitbangda Kaltim, Senin (25/5), mengajak pemerintah kabupaten dan kota agar lebih proaktif melakukan kerjasama dengan BPPT demi pengembangan potensi daerah dengan memanfaatkan teknologi.

"Ini peluang sangat baik menurut saya, karena BPPT  memiliki banyak produk penelitian dari berbagai sektor. Pemprov akan memfasilitasi kerjasama ini dan berharap agar produk penelitian dengan dukungan teknologi dapat diterapkan  dan manfaatnya bisa dinikmati masyarakat daerah ini," kata Dwi Nugroho.

Kerjasama dengan BPPT, lanjut Dwi Nugroho sebaiknya menyesuaikan dengan potensi daerah yang sejalan dengan rencana pembangunan nasional dibawah komando pemerintahan Jokowi-JK. Diantaranya, terkait peningkatan produktifitas pangan dan pengembangan energi.

Satu hal penting yang menurut Dwi juga tidak boleh diabaikan adalah kerjasama untuk pengembangan delapan kawasan industri yang sudah menjadi agenda pembangunan jangka panjang daerah ini.

Pengembangan delapan kawasan industri ini meliputi Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU),  Pusat Perdagangan dan Kota Pendidikan di Kota Samarinda, Kawasan Industri Migas di Kota Bontang, Kawasan Industri Maloy di Kabupaten Kutai Timur, Kawasan Industri Pariwisata di Kabupaten Berau, Kawasan Industri Pertanian di Kabupaten Paser dan PPU, Kawasan Industri Pertanian di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, serta dan Kawasan Ekonomi Perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu.

Dwi Nugroho juga mengemukakan, contoh positif rencana pembangunan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pupitek) Marine Technopark di Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Panajam Paser Utara. Proyek strategis yang dihasilkan dari kerjasama penelitian yang kemudian disepakati menjadi agenda nasional untuk pengembangan Marine Technopark terbesar di Indonesia.

"Kabupaten/kota lainnya di Kaltim diharapkan melakukan hal yang sama dengan potensi daerah masing-masing. Ini akan memberikan dampak yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegas Dwi Nugroho, seraya menambahkan pihaknya juga akan melakukan pemetaan potensi rencana kerjasama dengan BPPT.

Melalui kerjasama tersebut, maka dalam proses penelitian ini BPPT dengan sumber daya dan produk yang dimiliki akan terus melakukan pendampingan dan mediasi secara berkelanjutan hingga setiap kerjasama penelitian melahirkan produk aplikatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara nara sumber dari  BPPT, Aris Darmansyah menjelaskan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kekuatan industri Kaltim. Sayangnya kata Aris, Kaltim dikenal kaya sumber daya alam, namun dari potensi yang dimiliki hampir seluruhnya dijual ke luar Kaltim dalam bentuk bahan mentah.  Padahal jika industri Kaltim dapat mengelola potensi itu, maka nilai tambahnya pasti akan dinikmati rakyat Kaltim.

"Kaltim dikenal sebagai provinsi kaya, tapi lampu mati empat kali sehari. Ini aneh menurut saya. Di bawah dan di tengah Kaltim ini minyak dan gas, tapi anehnya Kaltim masih sulit listrik. Perlu political will semua pihak untuk memanfaatkan berbagai potensi ini untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mendukung pengembangan industri yang bernilai tambah," papar Aris Darmansyah.

Sosialisasi dihadiri perwakilan instansi terkait dan pejabat dari pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim. (sul/es/hmsprov)

 

Berita Lainnya

Video Litbang

Aplikasi








Pengumuman

Selasa, 08 Desember 2015 - 06:23:37 WIB

Registrasi SMS Center

Untuk mendapatkan informasi... Selengkapnya

Sabtu, 10 April 2010 - 22:51:14 WIB

Taufik Berada di Grup Maut Kejuaran Dunia Bulutangkis

Taufik Hidayat akan menghadapi pemain China, Bao Chunlai, di babak awal pertadingan Grup A kejuaraan World Super... Selengkapnya

Artikel

Rabu, 19 April 2017 - 09:27:35 WIB

Perjanjian Kinerja 2017

Perjanjian Kinerja... Selengkapnya

Kamis, 13 April 2017 - 13:12:02 WIB

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)

  Laporan Kinerja Instansi Pemerintah... Selengkapnya

Komentar BukuTamu

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Jl. MT. Haryono No. 126 Tlpn. 0541-201446 Fax. 0541-746797, 732286 - Samarinda - Kalimantan Timur 75124
Website : http://litbang.kaltimprov.go.id E-Mail : humas@litbang.kaltimprov.go.id

-->//