//

Survey Balitbangda Prov. Kaltim

Untuk meningkatkan pelayanan dalam segala bidang, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur memerlukan masukan dari masyarakat khususnya pengunjung website ini. Untuk itu kami mengadakan survey melalui media online ini guna meningkatkan Kinerja khususnya dalam pelayanan Informasi melalui website kami ini. Dibawah ini survey yang kami selenggarakan, kami harap partisipasi anda untuk dapat mengisi survey kami agar pelayanan kami dan website ini terus meningkat.

Banner

Statistik Pengunjung



Bank Data

Gubernur Tegaskan Komitmen Kaltim

07 Desember 2015 | Administrator

Green Kaltim Dukung Penurunan Emisi 29 Persen 2030 SAMARINDA – Saat menjadi pembicara utama dalam Conference of Parties 21 atau COP 21 di Paris, Perancis, 3 Desember lalu, Gubernur Awang Faroek Ishak menegaskan komitmen Provinsi Kalimantan untuk mendukung target Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Jusuf Kalla dalam hal penurunan emisi sebesar 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030 atau 41 persen dengan bantuan internasional. Pernyataan tegas ini disampaikan Gubernur Awang Faroek Ishak dalam panel diskusi Green Growht di Indonesia Pavilion dalam rangkaian COP 21 yang dihadiri para kepala Negara di dunia, termasuk Presiden Jokowi yang menjadi pemimpin delegasi Indonesia. “Kaltim berkomitmen untuk mendukung penurunan target yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu dengan penurunan emisi sebesar 29 persen dibawah business as usual pada tahun 2030 atau 41 persen dengan bantuan internasional,” tegas Gubernur Awang Faroek, saat berada di Paris, beberapa waktu lalu. Dukungan Kaltim sesungguhnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan akan terus dilanjutkan. Strategi dan kebijakan tersebut meliputi tiga isu utama yaitu pertama, transformasi ekonomi menuju pemanfaatan sumber daya alam terbaharukan. Kedua, kerjasama pembangunan rendah emisi. Ketiga dukungan untuk implementasi pembangunan rendah emisi Lebih jauh dijelaskan, demi menyelaraskan program daerah dan program pusat untuk mengurangi emisi karbon, pada 2010 telah dilaksanakan Kaltim Summit 2010 menghadirkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendeklarasikan Kaltim Hijau atau Green Kaltim. Kaltim hijau adalah suatu kondisi dimana Pemprov Kaltim memiliki instrumen kebijakan, tata pemerintahan yang baik, program pembangunan yang memberikan perlindungan sosial dan ekologi bagi rakyat daerah. “Dalam jangka panjang pembangunan yang kami siapkan juga harus menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” lanjut Awang. Kaltim Hijau sebagai sebuah kerangka kerja di elaborasi dalam 3 dokumen yang mencakup strategi pembangunan dan perencanaan pembangunan. Meliputi, strategi pembangunan berkelanjutan rendah emisi di Kaltim, Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK) yang disahkan dengan SK Gubernur Nomor 54 Tahun 2012 dan strategi Rencana Aksi Provinsi Implementasi REDD+ Provinsi Kaltim. Lebih rinci, Gubernur Awang Faroek Ishak memaparkan sebagai bentuk pertanggungjawaban untuk mengurangi emisi nasional dan global, Pemprov Kaltim telah menetapkan target penurunan emisi 19,07 persen dari baseline pada tahun 2020. Sumbangan terbesar dalam penurunan emisi ini berasal dari sektor berbasis lahan 70 persen (dari 1.009 giga ton co2 menjadi 799,07 giga ton co2 pada tahun 2020). “Untuk memastikan implementasi pembangunan rendah emisi secara konsisten, isu perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Kaltim 2013-2018 Dan Review Rencana Tata Ruang Provinsi Kaltim,” tegas Gubernur,lebih meyakinkan. Bukan sekadar rencana, Gubernur Awang Faroek memastikan implementasi kebijakan Kaltim Hijau telah diwujudkan diantaranya dengan melakukan moratorium perizinan usaha kehutanan, pertambangan dan perkebunan sawit. Bukti lainnya, mengambil alih fungsi lahan hutan produksi seluas 38.000 hektar menjadi Hutan Lindung Wehea di Kabupaten Kutai Timur, mendorong optimalisasi penggunaan lahan untuk program pembangunan dan pengetatan/peningkatan pengawasan pada reklamasi lahan dan rehabilitasi lahan pasca tambang. “Implementasi gerakan One Man Five Trees, sejak 2011 sampai akhir 2014 sudah menanam tidak kurang dari 193 juta bibit pohon. Selain itu, Kaltim juga telah berhasil menjalankan proyek percontohan REDD+ (Demonstration Activity REDD+) dan Program Karbon Hutan Berau (PKHB) di Kabupaten Berau,” yakin Awang. Satu hal yang menurut Gubernur Awang Faroek Ishak sangat menggembirakan adalah dukungan berbagai pihak untuk pembangunan rendah karbon ini. “Kami mendapat banyak dukungan dari TNC, WWF, GGGI dan mitra lainnya baik nasional maupun internasional. Mereka memberi dukungan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan konsep pembangunan ekonomi hijau dan kami sangat berterima kasih dengan dukungan ini,” kata Awang. Gubernur menambahkan, meski kerjasama antarnegara terus dilakukan, namun aksi sesungguhnya ada di pemerintah daerah. Yurisdiksi tingkat daerah, baik provinsi, negara bagian, maupun kabupaten dan kota telah mengambil alih kepemimpinan dunia dalam menetapkan target iklim yang ambisius dan mengambil tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan memberikan perlindungan terhadap dampak iklim. Sedangkan Presiden Jokowi saat menjadi official speech dalam COP 21 tersebut menegaskan sikap pemerintah Indonesia dalam strategi dan kebijakan untuk mengantisipasi pemanasan global dan cuaca ekstrem dunia. “Saya hadir di sini untuk memberikan dukungan politik kuat terhadap suksesnya COP 21. Sebagai salah satu negara pemilik hutan terbesar yang menjadi paru-paru dunia, Indonesia telah memilih untuk menjadi bagian dari solusi. Pemerintah yang saya pimpin, akan membangun Indonesia dengan memperhatikan lingkungan,” tegas Presiden Jokowi. Dalam Conference of Parties 21 Paris, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia sanggup menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030. Bahkan, sampai 41 persen jika mendapatkan bantuan internasional. Presiden juga mengemukakan berbagai langkah untuk penurunan emisi di berbagai bidang. Di bidang energi, akan dilakukan pengalihan subsidi bahan bakar minyak ke sektor produktif. Upaya lainnya adalah peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025. “Salah satunya dengan pengolahan sampah menjadi sumber energy,” ujar Jokowi. One map policy akan menjadi kebijakan Presiden Jokowi dalam tata kelola hutan dan sektor lahan. Sementara di bidang maritim ada dua langkah yang akan diambil. Yakni, mengatasi perikanan ilegal dan perlindungan keanekaragaman hayati laut. “Kerentanan dan tantangan perubahan iklim tersebut tidak menghentikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam aksi global menurunkan emisi,” tegas Jokowi. Demikianlah diantara perjuangan yang dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak yang berjalan selaras dengan konsep pembangunan hijau yang juga secara serius diterapkan di era Pemerintahan Presiden Jokowi dan dipaparkan dalam forum COP 21 Paris, Perancis yang merupakan forum pertemuan para pemimpin dan penggiat lingkungan dunia. Pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang penyelamatan dan pelestarian lingkungan. (sul/hmsprov)

Berita Lainnya

Video Litbang

Aplikasi








Pengumuman

Selasa, 08 Desember 2015 - 06:23:37 WIB

Registrasi SMS Center

Untuk mendapatkan informasi... Selengkapnya

Sabtu, 10 April 2010 - 22:51:14 WIB

Taufik Berada di Grup Maut Kejuaran Dunia Bulutangkis

Taufik Hidayat akan menghadapi pemain China, Bao Chunlai, di babak awal pertadingan Grup A kejuaraan World Super... Selengkapnya

Artikel

Rabu, 19 April 2017 - 09:27:35 WIB

Perjanjian Kinerja 2017

Perjanjian Kinerja... Selengkapnya

Kamis, 13 April 2017 - 13:12:02 WIB

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)

  Laporan Kinerja Instansi Pemerintah... Selengkapnya

Komentar BukuTamu

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Jl. MT. Haryono No. 126 Tlpn. 0541-201446 Fax. 0541-746797, 732286 - Samarinda - Kalimantan Timur 75124
Website : http://litbang.kaltimprov.go.id E-Mail : humas@litbang.kaltimprov.go.id

-->//