RAKORDA KELITBANGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2017
Rakorda 2017

By admin 14 Nov 2017, 13:47:36 WIB Berita
RAKORDA KELITBANGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2017

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi daerah (Rakorda) Kelitbangan se-Kalimantan Timur. Rakorda yang digelar di ruang rapat Sangalaki Setkab Berau, Kamis (9/11), dibuka Tenaga Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pertanian, SDA dan Lingkungan Hidup, Prof Marlon Ivanhoe Aipassa mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Rakorda Kelitbangan ini mengambil tema perumusan peran strategis perangkat penelitian dan pengembangan sebagai poros perumusan kebijakan dalam mendorong inovasi daerah. Rakorda ini dilaksanakan guna memperkuat peran dan fungsi kelembagaan kelitbangan dengan mewujudkan optimalisasi hasil kelitbangan dan sinkronisasi program bidang kelitbangan di daerah.

Tenaga Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pertanian, SDA dan Lingkungan Hidup, Prof Marlon Ivanhoe Aipassa membacakan sambutan Gubernur Kaltim, mengungkapkan badan penelitian dan pengembangan merupakan institusi yang strategis yang diharapkan menghasilkan berbagai terobosan baru dalam mendukung percepatan pembangunan daerah secara tepat sasaran dan daya saing menuju visi misi strategis pemerintah daerah. Sehingga melalui rakorda ini, dikatakannya, lebih menguatkan peran kelitbangan di daerah, khususnya di Kaltim.

Melalui rakorda ini kita harapkan ada kesamaan persepsi dalam program dan kegiatan kelitbangan, riset dan inovasi daerah di Kalimantan Timur,” ungkap Kepala Balitbangda Kaltim, Eddy Koeswandi, selaku ketua penyelenggara.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo dalam kesempatan itu menyampaikan tema pelaksaan rakorda kelitbangan se-Kaltim tahun ini sangat sesuai dengan apa yang telah dilakukan Pemkab Berau.

Daerah ini, lanjut dia, dari waktu ke waktu sangat mendukung penyelenggaraan kelitbangan. Di mana, dalam penyelenggaraan kelitbangan memiliki dua aspek utama yang menjadi fokus perhatian yaitu, penyampaian penjelasan berdasarkan substansi kelitbangan dan penjelasan tentang operasionalisasi kelitbangan.

Kegiatan utama dalam kelitbangan terdiri dari penelitian, pengkajian, pengembangan, perekayasaan, penerapan, pengoperasian, dan evaluasi kebijakan. Kegiatan utama kelitbangan ini menurutnya perlu terus dimaksimalkan. Terdapat banyak tantangan yang harus dilalui.

“Dalam rakorda ini pula diharapkan kita dapat berbagi pengalaman dalam menangani tantangan tantangan kelitbangan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan kegiatan pendukung kelitbangan yang menurut wabup, juga perlu banyak pembenahan. Kegiatan pendukung berupa peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan ketatalaksanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas perencanaan dan evaluasi program, fasilitasi inovasi daerah, pengembangan basis data kelitbangan, penguatan kerja sama kelitbangan dan pemenuhan sumber daya organisasi.

“Aktivitas kelitbangan harus bergerak dalam sinergitas sehingga mampu menciptakan inovasi dan menjamin kualitas kebijakan agar lebih inovatif dan mampu merespons tuntutan pelayanan publik maupun dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut, unsur forum koordinasi pimpinan daerah dan pejabat di lingkungan Pemkab Berau. Hadir pula Kepala Bidang Otonomi Daerah Badan Litbang Kemendagri, Heryandy Roni sebagai narasumber.(prokal/berau)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment